Medan – Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sumatera Utara terus menunjukkan kepeloporan dalam mendukung program nasional ketahanan pangan yang dicanangkan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto.
Melalui gerakan serentak, Kanwil Ditjenpas Sumut berhasil menanam total 5.810 bibit pohon kelapa di berbagai titik strategis wilayah Sumut.
Kepala Kanwil Ditjenpas Sumut, Yudi Suseno, melalui Kabid Perawatan, Keamanan dan Kepatuhan Internal, Rindra Wardhana, Amd.IP, SH, M.Hum, menegaskan bahwa gerakan ini sejalan dengan kebijakan nasional untuk memperkuat ketahanan pangan berbasis komunitas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kanwil Ditjenpas Sumut berkomitmen tidak hanya melaksanakan instruksi pusat, tetapi juga menggerakkan seluruh jajaran agar penanaman ini berkelanjutan dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat maupun warga binaan,” tegas Rindra.
Dari total 5.810 bibit kelapa yang ditanam, sebanyak 1.940 batang direalisasikan bersama mitra strategis di Medan dan Deli Serdang.
Sisanya ditanam secara serentak oleh UPT pemasyarakatan di berbagai kabupaten/kota di Sumatera Utara, sebagai bukti nyata keseriusan Kanwil Ditjenpas Sumut dalam menjalankan amanah kementerian.
Adapun tiga titik utama kegiatan bersama mitra meliputi kawasan bersejarah Istana Maimun di Jalan Brigjend Katamso Medan Maimun, Pesantren Darul Muttaqin H. Attan di Jalan Batang Kuis, Pantai Labu, serta Ponpes Quran dan Hadist Al Faiz di Jalan Bhineka Tunggal Ika, Pasar 3 Datuk Kabu, Desa Bandar Klippa, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang.

Gerakan nasional ini merupakan tindak lanjut dari pencanangan 360.000 pohon kelapa serentak di seluruh Indonesia oleh Menteri IMIPAS, Agus Andrianto, di Nusakambangan pada 8–9 September 2025.
Pada kesempatan itu, beliau juga meresmikan Balai Latihan Kerja (BLK) yang terintegrasi dengan program pemberdayaan warga binaan.
Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, melalui Zoom Meeting sebelumnya telah memberikan arahan teknis kepada seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) pemasyarakatan.
Ia menekankan bahwa penanaman pohon kelapa harus diikuti dengan langkah berkelanjutan, seperti pengembangan UMKM berbasis kelapa, hak paten produk, hingga sertifikasi halal.
Kanwil Ditjenpas Sumut menegaskan bahwa keberhasilan menanam 5.810 bibit kelapa di seluruh wilayah adalah cermin kekuatan koordinasi, dukungan jajaran, dan semangat kolaborasi.
Sumut diharapkan dapat menjadi motor penggerak ketahanan pangan sekaligus model bagi daerah lain.
Dalam pelaksanaan di lapangan, Kanwil Ditjenpas Sumut turut menggandeng PC GM FKPPI 0201 Medan yang dipimpin Dede Hadade Lubis SE bersama jajaran pengurus cabang.
Dukungan GM FKPPI ini menambah semangat dan menunjukkan sinergi lintas sektor dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.(AVID)

































