AKURAT 24 . COM //. Bandung Barat — Desa Singajaya, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, kembali menunjukkan komitmen kuat dalam membangun desa secara menyeluruh melalui sinergi antara Pemerintah Desa, BUMDes Karya Mandiri, dan partisipasi masyarakat. Memasuki Tahun Anggaran 2025, berbagai program strategis dilaksanakan, meliputi peningkatan ekonomi, pembangunan infrastruktur, hingga penguatan layanan sosial.
Kepala Desa Singajaya, Chozin Kurnia, menegaskan bahwa pembangunan desa harus berjalan seimbang antara sektor fisik dan nonfisik agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Pelatihan Pengolahan Kotoran Hewan: Bekal Warga Menuju Kemandirian Ekonomi
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
BUMDes Karya Mandiri mengawali tahun dengan menggelar Pelatihan Pengolahan Kotoran Hewan. Pelatihan ini memberikan pengetahuan praktis bagi warga tentang pemanfaatan limbah ternak menjadi pupuk organik berkualitas tinggi.
Peserta dari berbagai dusun tampak antusias mengikuti praktik pembuatan pupuk, proses fermentasi, hingga teknik pemasaran sederhana. Program ini menjadi salah satu langkah BUMDes dalam menciptakan peluang usaha baru berbasis potensi lokal.

Unit Peternakan Ayam di Kp. Nata Endah: Ketahanan Ekonomi dari Sektor Produktif
Salah satu unit usaha andalan BUMDes berada di Kampung Nata Endah RT 002/010, yaitu peternakan ayam petelur. Manajemen peternakan terus diperkuat melalui monitoring rutin, pengelolaan pakan, serta peningkatan kualitas kandang.
Peternakan ini menjadi sumber ekonomi yang mampu menyerap tenaga kerja lokal serta menyumbang pendapatan bagi desa.
Pemberdayaan Perempuan Melalui Industri Kerajinan Layang-Layang
Kelompok perempuan Desa Singajaya turut menjadi bagian penting dalam pembangunan ekonomi. Mereka aktif memproduksi layang-layang tradisional yang dipasarkan ke berbagai daerah. Kegiatan ini bukan hanya penguatan ekonomi keluarga, tetapi juga pelestarian budaya yang terus hidup melalui kreativitas ibu-ibu rumah tangga.
Pembangunan Infrastruktur Desa Tahun 2025
Sejumlah pembangunan fisik berskala besar dan merata dilakukan pada Tahun Anggaran 2025, menggunakan Dana Desa, Banprov 2025, dan sumber pendanaan lainnya antara lain :
1. Hotmix Jalan Lingkungan RW 01–11
Program peningkatan jalan lingkungan melalui pengaspalan hotmix dilaksanakan secara bertahap di hampir seluruh wilayah desa, mulai dari RW 01 hingga RW 11.
Peningkatan akses ini sangat dirasakan manfaatnya oleh warga, terutama dalam mobilitas ekonomi, akses pendidikan, dan aktivitas harian lainnya.
Dokumentasi lapangan menunjukkan kondisi jalan kini lebih rapi dan aman dilalui, termasuk pada ruas Jalan Gandole, yang pengerjaannya turut didukung Banprov 2025.
2. Pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT)
Untuk mencegah longsor dan memastikan keamanan infrastruktur jalan, Pemerintah Desa membangun TPT di sejumlah titik rawan, terutama di wilayah dengan kontur tanah curam.
Pembangunan ini sangat penting bagi keselamatan warga dan sebagai upaya menjaga stabilitas tanah.
3. Pengeboran Sumur Dangkal Dana Desa 2025
Mengatasi kebutuhan air bersih di beberapa titik yang masih minim pasokan, Pemdes melakukan pengeboran sumur dangkal melalui Dana Desa T.A 2025.
Program ini menyasar kawasan yang kerap mengalami kekurangan air saat musim kemarau, sehingga keberadaannya sangat membantu warga.
4. Pembangunan Posyandu di RW 01 dan RW 06
Peningkatan layanan kesehatan masyarakat diwujudkan dengan pembangunan Posyandu baru di RW 01 dan RW 06.
Posyandu ini akan menjadi pusat layanan ibu dan anak, penimbangan balita, edukasi kesehatan, serta berbagai program pemberdayaan gizi keluarga.
5. Penyaluran BLT Dana Desa
Sebagai bentuk perhatian terhadap warga yang terdampak kondisi ekonomi tertentu, Pemerintah Desa menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa kepada keluarga penerima manfaat (KPM) sesuai kriteria nasional.
BLT ini diharapkan membantu meringankan beban ekonomi masyarakat serta menjaga keberlangsungan kebutuhan dasar.
Sinergi Pembangunan: BUMDes, Pemerintah Desa, dan Warga Bergerak Bersama
Kepala Desa Chozin Kurnia menyampaikan bahwa keberhasilan berbagai program di tahun 2025 tidak lepas dari dukungan warga serta kerja sama perangkat desa dan pengurus BUMDes.
“Pembangunan bukan hanya angka dan laporan, tetapi manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat. Kami ingin seluruh warga merasakan perubahan, dari jalan yang lebih layak hingga ekonomi yang lebih kuat,” ujarnya.
Ketua BUMDes Karya Mandiri, Okki Restu J, menambahkan bahwa pihaknya terus membuka ruang inovasi agar desa semakin mandiri dan produktif.
Dengan rangkaian program tersebut, Desa Singajaya bergerak menuju desa yang maju, berdaya, dan sejahtera, dengan pembangunan yang menyentuh seluruh sektor kehidupan warga. ***

































