Bandung, Universitas Pasundan melalui Kementerian Kajian dan Aksi Strategis BEM KM Unpas menggelar diskusi publik bertajuk “Peringatan Hari HAM: Evaluasi Kritis Atas Peran Negara dalam Pemenuhan Hak Asasi Manusia” pada Selasa, 10 Desember 2025. Kegiatan yang diselenggarakan di Pelataran Kampus Universitas Pasundan ini menjadi ruang refleksi mendalam bagi mahasiswa dan masyarakat untuk menilai kembali komitmen negara dalam melindungi hak-hak warganya.
Acara menghadirkan tiga narasumber utama, yakni TB. M. Nurimtihan, Presma Poktekesos, Berni Antonema H, tokoh pemuda Papua, serta Susena M. Al-Jabar yang bertugas sebagai moderator. Kehadiran tokoh pemuda Papua memberikan perspektif penting mengenai isu-isu HAM di wilayah timur Indonesia, khususnya terkait dinamika konflik, representasi masyarakat adat, serta tantangan struktural yang masih berlangsung.

ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam forum ini, para pembicara menekankan bahwa Hari HAM bukan hanya momen seremonial, tetapi momentum untuk melakukan evaluasi kritis terhadap kebijakan negara, praktik keamanan, dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Diskusi menyoroti bagaimana negara dituntut untuk tidak hanya mengakui hak, tetapi memastikan perlindungan, penegakan, dan pemulihannya.
Antusiasme mahasiswa terlihat dari tingginya kehadiran peserta yang memenuhi area pelataran kampus. Peserta diberikan kesempatan berdialog langsung dengan narasumber mengenai berbagai isu, mulai dari kebebasan berekspresi, diskriminasi, hingga hak masyarakat di daerah rawan konflik.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, BEM KM Unpas berharap mahasiswa mampu menjadi bagian dari gerakan kontrol sosial serta mendorong tata kelola negara yang lebih adil, transparan, dan berperspektif HAM.
—

































