Cibaduyut Disiapkan Jadi Strategi Branding Kota Bandung, Tak Lagi Sekadar Sentra Produksi

AKURAT NEWS 24

- Redaksi

Selasa, 22 Juli 2025 - 14:33 WIB

50208 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung — Kota Bandung dinilai masih menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Hal ini disampaikan oleh Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf, Rizki Handayani, saat berkunjung ke Balai Kota Bandung pada Senin, 21 Juli 2025. Menurut Rizki, Bandung memiliki potensi kuat yang ditopang oleh atraksi, aksesibilitas, dan amenitas yang mumpuni untuk terus menarik minat wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

“Bandung itu harus paling top. Sejak dulu memang jadi destinasi wisata favorit. Sekarang tinggal bagaimana kita mengembangkan lebih lanjut dengan pendekatan yang lebih berkualitas,” ujar Rizki. Ia menegaskan bahwa penguatan sektor pariwisata harus berangkat dari pemetaan yang akurat terhadap industri pariwisata itu sendiri, termasuk hotel, restoran, serta tempat rekreasi. Salah satu isu krusial yang disoroti adalah keberadaan penginapan sewa harian seperti vila dan rumah singgah yang belum tercatat secara resmi dalam sistem perizinan negara.

Menurutnya, banyak akomodasi yang belum terdaftar di sistem Online Single Submission (OSS), termasuk di Bandung, yang berdampak pada kurang maksimalnya penerimaan pajak daerah serta menimbulkan ketimpangan dengan hotel-hotel resmi yang menjalankan kewajiban administratif dan perpajakan. Ia mengusulkan agar penginapan nonformal tersebut diarahkan menjadi sewa mingguan atau bulanan agar tetap dapat beroperasi tanpa merugikan pelaku usaha hotel. Penataan ini juga dinilai perlu agar ekosistem pariwisata berjalan secara adil dan terukur.

Rizki juga menyoroti kekuatan Bandung dalam menyelenggarakan berbagai kegiatan berskala nasional hingga internasional, khususnya dalam sektor MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition). Bandung dinilai sebagai kota kreatif yang piawai menggelar event, namun Rizki menyarankan agar ke depan lebih difokuskan pada penyelenggaraan event-event tematik yang menyasar wisatawan dengan masa tinggal lebih panjang dan tingkat belanja yang tinggi. Ia menekankan pentingnya pendataan dan integrasi informasi event sebagai upaya memperkuat branding destinasi Bandung.

Tak hanya itu, ia menyarankan pengembangan potensi wisata berbasis gastro-tourism, wellness, dan fesyen. Kota Bandung yang dikenal sebagai pusat kuliner dan mode, terutama fesyen muslim dan kerajinan seperti alas kaki, dinilai memiliki potensi besar yang belum sepenuhnya dimanfaatkan secara strategis. Rizki mencontohkan, wisatawan dari Jakarta umumnya hanya berkunjung selama akhir pekan, padahal jika dikembangkan paket wisata tiga hari berbasis kesehatan atau fashion, mereka bisa tinggal lebih lama dan memberi kontribusi ekonomi lebih besar.

Dalam kaitannya dengan isu lingkungan, ia juga menyoroti tantangan pengelolaan sampah di sektor perhotelan. Keterbatasan lahan di tengah kota menurutnya dapat menjadi peluang bagi tumbuhnya startup yang fokus pada pengolahan sampah berbasis ekonomi sirkular, seperti pupuk maggot atau daur ulang plastik. Ia menyatakan bahwa kolaborasi lintas sektor sangat diperlukan agar tantangan ini dapat dijawab dengan inovasi yang berkelanjutan.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, dalam kesempatan yang sama menyambut baik masukan tersebut dan menyampaikan pentingnya pemetaan profil wisatawan secara mendalam. Ia menilai bahwa program pariwisata tidak akan berjalan optimal tanpa pemahaman menyeluruh terhadap karakteristik pengunjung, mulai dari latar belakang sosial ekonomi hingga pola transaksi mereka. Farhan mendorong agar seluruh perangkat daerah terkait dapat aktif mengidentifikasi data ini sebagai landasan perencanaan dan pengambilan kebijakan yang lebih tajam.

Ia mencontohkan kawasan Cibaduyut yang selama ini dikenal sebagai sentra industri alas kaki. Menurutnya, kawasan tersebut perlu diangkat tidak hanya dari sisi produksi, tetapi juga dari aspek desain dan strategi branding, sehingga dapat menjadi wajah baru pariwisata belanja Kota Bandung yang lebih kuat dan mendunia. Ia juga menggarisbawahi pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengarahkan kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada jumlah wisatawan, tetapi juga pada kualitas kunjungan dan keberlanjutan sektor pariwisata.

Dengan komitmen bersama antara Pemkot Bandung dan Kemenparekraf, kedua belah pihak sepakat untuk memperkuat strategi pembangunan sektor pariwisata yang inklusif, berbasis data, dan berorientasi pada keberlanjutan jangka panjang. Pendekatan ini diharapkan dapat menjaga reputasi Bandung sebagai destinasi unggulan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif yang adil dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat. (*)

Berita Terkait

Sinergi Polri dan Petani Berbuah Manis, Kapolsek Cicalengka Antar Empat Desa
Founder Rumah Saraswati: Generasi Muda Agar Tidak Terjebak Dalam Tindakan Anarkis
Aliansi Mahasiswa Anti Mafia Hukum Gelar Aksi di Bandung, Desak Panglima TNI Usut Tuntas Aktor Intelektual Kasus Andrie Yunus
Cipayung Sumedang Bangun Ruang Edukasi Aktivisme dan Serukan Dukungan Terhadap Andrie Yunus
Dugaan Permainan Pajak dan Izin Bermasalah, Bayani Residence Tetap Himpun Dana Konsumen
Bima Land City 3 Disorot: Jalan Inspeksi BBWS Diduga Disalahgunakan, Penutupan Akses Mengancam
Serangan Air Keras ke Aktivis HAM, PMII Jabar Tegaskan Indonesia Darurat Demokrasi
Sikap Pejabat Bulog Jabar terhadap Awak Media Disorot, Komunikasi Publik Dinilai Perlu Diperkuat

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 21:03 WIB

DPP SWI Perkuat Sinergi dengan Dewan Pers, Bahas Masa Depan Organisasi Wartawan yang Profesional

Rabu, 17 Juni 2026 - 03:17 WIB

Temuan Rp36,37 Miliar di Bandung Barat: Salah Anggarkan atau Lemah Pengawasan?

Senin, 15 Juni 2026 - 03:23 WIB

Hadirkan Terang di Pedalaman Papua, Satgas Yonif 521/DY Gelar Anjangsana Bantu Pemasangan Instalasi Panel Surya bagi Warga Apalapsili

Jumat, 22 Mei 2026 - 13:46 WIB

Founder Rumah Saraswati: Generasi Muda Agar Tidak Terjebak Dalam Tindakan Anarkis

Rabu, 6 Mei 2026 - 00:16 WIB

Jadi Contoh Pemanfaatan Lahan, Jagung Polsek Kampar Kiri di Gunung Mulya Tumbuh Optimal

Selasa, 5 Mei 2026 - 23:49 WIB

Polda Riau Beri Pendampingan Psikologis Untuk Keluarga Korban Curas di Rumbai

Selasa, 5 Mei 2026 - 17:51 WIB

Wujud Apresiasi dan Motivasi, Kapolres Gayo Lues Berikan Penghargaan kepada Personel Terbaik, Terima Apresiasi dari IDI

Minggu, 26 April 2026 - 09:41 WIB

Hak Jawab Manajemen D’Point: Bantah Disebut “Sarang Narkoba”, Tegaskan Mantan Manager Ditangkap setelah Resign dari Kerjaannya.

Berita Terbaru