Kartu Prakerja

Jakarta, Akurat24 – Ada Lebih dari 200.000 penerima Kartu Prakerja dicabut status keikutsertaannya. Hal ini lantaran dalam tenggat waktu yang ditentukan, Si penerima manfaat tidakk juga mengambil/membeli paket pelatihan untuk menambah keahlian atau kemampuan untuk mendapatkan pekerjaan.

Dari total penerima Kartu Prakerja gelombang 5 yang mencapai 800 ribu orang. Akhirnya, pemerintah juga mencabut kembali kepesertaan 47.818 penerima.

“Hari Minggu kemarin kami mencabut kepesertaan dari 40 ribuan penerima Kartu Prakerja dari gelombang 5 yang tidak membeli pelatihan pertama dalam waktu 30 hari. Berarti ada dana yang dikembalikan ke Kas Negara,” ujar Kepala Bagian Komunikasi Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Louisa Tuhatu kepada Liputan6.com, Selasa (29/9/2020).

Airlangga Hartarto yang menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian juga menyampaikan, kalau sampai 26 September 2020, tercatat ada sebanyak 189.436 orang yang berasal dari gelombang 1 sampai 4, jumlah penerima manfaat yang dicabut kepesertaannya .

Adapun pencabutan status kepesertaan tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 11 Tahun 2020. Dalam pasal 20 ayat 1 disebutkan, penerima kartu prakerja secara bebas memilih pelatihan yang telah disetujui oleh PMO.

Dimana setelah peserta ditetapkan sebagai penerima kartu prakerja, maka pemilihan pelatihan untuk pertama kali dilakukan tidak lebih dari 30 hari .