Klarifikasi Tegas Pemdes Cipendeuy Soal Gateway Parking Pasar Cipeundeuy: Penataan untuk Kebaikan Bersama
AKURAT 24 COM // Bandung Barat, 2 Maret 2026 –
Pemerintah Desa Cipendeuy, kecamatan Cipeundeuy melalui Dinas Perhubungan memberikan Klarifikasi terkait pemberitaan yang menyebutkan pemasangan gateway parking di Pasar Tradisional Cipeundeuy dilakukan tanpa sosialisasi dan perencanaan yang matang. Pihak terkait menegaskan bahwa pembangunan sistem parkir tersebut telah direncanakan sejak lama sebagai bagian dari upaya penataan tata kelola pasar tradisional di wilayah tersebut.
Kepala Desa Cipendeuy Rusmana Kabupaten Bandung Barat, dalam keterangannya pada Senin (02/03), menjelaskan bahwa perencanaan pemasangan gateway parking di Pasar Cipeundeuy sudah masuk dalam agenda kerja dinas perhubungan sejak beberapa bulan lalu. “Proyek ini bukanlah tindakan mendadak atau tanpa dasar. Kami telah melakukan studi kelayakan dan perencanaan yang komprehensif jauh sebelum pelaksanaan, dengan tujuan utama untuk meningkatkan tata kelola parkir yang lebih tertib, transparan, dan nyaman bagi masyarakat maupun pedagang,” ujarnya.
Terkait klaim kurangnya sosialisasi, Rusmana kepada desa Cipendeuy membantah dengan tegas. bahwa mungkin ada celah dalam penyampaian informasi yang belum sepenuhnya sampai ke seluruh lapisan pedagang, namun dirinya menegaskan bahwa beberapa tahap sosialisasi telah dilakukan.
“Kami telah mengadakan pertemuan dengan dinas perhubungan dan perwakilan pedagang dan pengelola pasar pada tahap perencanaan. Secara menyeluruh , kami dari pemerintah desa dan dari pihak dinas terkait komunikasi dan memaparkan langkah yang sudah di perdes kan ke setiap individu pedagang, dan ini menjadi hal yang positif ke depannya. Kami siap membuka ruang dialog lebih lanjut untuk menjelaskan detail rencana dan pelaksanaan gateway ini,” tambahnya.
Mengenai dampak yang diklaim menyebabkan penurunan omset pedagang dan perpindahan pembeli ke luar pasar, itu sama sekali tidak di benar kan , kami dari pemerintah desa sudah mensosialisikan secara detail, pihak terkait menyatakan bahwa hal tersebut mungkin merupakan dampak awal dari perubahan sistem yang belum terbiasa. “Perubahan sistem pasti membutuhkan waktu adaptasi. Kami memahami kekhawatiran para pedagang, namun kami yakin bahwa dengan tata kelola parkir yang lebih baik, pasar akan menjadi lebih tertib dan pada akhirnya akan menarik lebih banyak pengunjung dalam jangka panjang. Kami juga akan memantau situasi di lapangan dan melakukan penyesuaian jika diperlukan untuk meminimalkan dampak negatif yang mungkin timbul,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat melalui dinas perhubungan juga menegaskan komitmennya untuk terus bekerja sama dengan semua pihak, termasuk kelompok pedagang P4C, untuk mendorong ke arah yang lebih baik dengan cara yang musyawarah dan menguntungkan semua pihak. “Kami mengundang para pedagang untuk duduk bersama dan berdiskusi secara terbuka. Kami ingin memastikan bahwa penerapan gateway parking ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat yang maksimal bagi perkembangan Pasar Cipeundeuy sebagai pusat perdagangan tradisional yang maju dan berkelanjutan,” pungkasnya.




































