Medan Belawan | Dua pemuda belia asal Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, terpaksa menanggung akibat perbuatannya setelah tertangkap basah menjambret handphone milik seorang ibu muda yang sedang menggendong bayinya. Kedua pemuda tersebut, Yohanes Sinaga (18) dan Iwan Pangestu (18), menjadi bulan-bulanan warga hingga mengalami luka-luka serius dan harus dilarikan ke rumah sakit.
Peristiwa memilukan ini terjadi pada Jumat malam, 6 Juni 2025, sekitar pukul 20.00 WIB di Jalan Stasiun, Kelurahan Belawan II, Kecamatan Medan Belawan. Aksi nekat kedua pemuda ini terbongkar setelah mereka merampas ponsel dari tangan seorang wanita bernama Ambarwani Putri (24) yang kala itu sedang menaiki angkutan kota (angkot) sambil menggendong bayinya.
Menurut keterangan yang diperoleh, korban saat itu duduk di dekat pintu masuk angkot dan tengah memegang ponselnya. Saat melintas di depan Belawan Coffee, tiba-tiba sepeda motor yang ditunggangi kedua pelaku memepet angkot tersebut. Dalam sekejap, pelaku langsung merampas ponsel korban dan tancap gas.
Korban pun spontan menjerit minta tolong, hingga teriakan itu memancing perhatian warga dan pengendara lain di sekitar lokasi. Tak butuh waktu lama, kedua pelaku dikejar ramai-ramai. Nahas bagi mereka, upaya kabur justru gagal total setelah sepeda motor yang mereka kendarai menabrak sebuah angkot, membuat keduanya terjatuh dan dengan mudah diamankan massa.
Namun alih-alih diserahkan langsung ke polisi, amarah warga lebih dulu meledak. Yohanes dan Iwan dihajar tanpa ampun. Wajah keduanya babak belur, tubuh penuh luka, bahkan salah satunya disebut mengalami patah tulang pada kedua tangan.
Dalam foto-foto yang beredar dan diterima redaksi, tampak Iwan Pangestu mengenakan kaus dengan kondisi wajah lebam parah. Mata kanannya membiru akibat pukulan, sedangkan Yohanes Sinaga mengalami luka lebih berat. Selain wajah lebam dan dagu yang diperban, kedua tangannya tampak patah dan terpaksa digantung menggunakan tali ke lehernya, ditopang alat bantu.
Pelaksana harian Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Wahyudi Rahman, dalam keterangannya kepada wartawan, membenarkan bahwa kedua pelaku diamankan usai menjadi sasaran amuk massa. Ia menyebutkan, polisi yang tiba di lokasi langsung mengevakuasi para pelaku demi menghindari kejadian fatal.
“Yohanes Sinaga alias Anes mengalami luka tusuk pada pinggang sebelah kiri, luka tusuk pada dagu, dan kedua pergelangan tangannya patah. Sedangkan pelaku Iwan Pangestu Pakpahan alias Iwan mengalami luka memar cukup parah pada mata sebelah kiri,” ujar AKBP Wahyudi Rahman, Sabtu (7/6/2025).
AKBP Wahyudi menambahkan, tindakan cepat polisi menyelamatkan nyawa para pelaku, meskipun masyarakat tampak geram karena aksi kejahatan tersebut dilakukan terhadap seorang ibu yang sedang membawa bayi. Saat ini, kedua pelaku tengah menjalani perawatan medis dan akan tetap diproses secara hukum begitu kondisi mereka memungkinkan.
“Kasusnya tetap kita lanjutkan. Aksi main hakim sendiri juga tidak kita benarkan. Namun masyarakat perlu kami ajak untuk waspada dan segera melapor ke polisi bila menemukan kejadian serupa,” tambah mantan Kapolres Dairi dan Tanah Karo tersebut.
Sementara itu, korban Ambarwani Putri mengaku masih syok, namun bersyukur atas respons cepat warga dan aparat yang membantu mengamankan pelaku. Ia berharap kejadian tersebut menjadi pelajaran bagi siapa pun untuk tidak melakukan tindak kriminal, terlebih terhadap perempuan dan anak-anak. (*)




































