Jambret Babak Belur Dihajar Massa di Belawan: Dua Pemuda Alami Luka Serius Usai Menjambret Ibu Muda

AKURAT NEWS 24

- Redaksi

Rabu, 11 Juni 2025 - 06:58 WIB

50365 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan Belawan | Dua pemuda belia asal Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, terpaksa menanggung akibat perbuatannya setelah tertangkap basah menjambret handphone milik seorang ibu muda yang sedang menggendong bayinya. Kedua pemuda tersebut, Yohanes Sinaga (18) dan Iwan Pangestu (18), menjadi bulan-bulanan warga hingga mengalami luka-luka serius dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Peristiwa memilukan ini terjadi pada Jumat malam, 6 Juni 2025, sekitar pukul 20.00 WIB di Jalan Stasiun, Kelurahan Belawan II, Kecamatan Medan Belawan. Aksi nekat kedua pemuda ini terbongkar setelah mereka merampas ponsel dari tangan seorang wanita bernama Ambarwani Putri (24) yang kala itu sedang menaiki angkutan kota (angkot) sambil menggendong bayinya.

Menurut keterangan yang diperoleh, korban saat itu duduk di dekat pintu masuk angkot dan tengah memegang ponselnya. Saat melintas di depan Belawan Coffee, tiba-tiba sepeda motor yang ditunggangi kedua pelaku memepet angkot tersebut. Dalam sekejap, pelaku langsung merampas ponsel korban dan tancap gas.

Korban pun spontan menjerit minta tolong, hingga teriakan itu memancing perhatian warga dan pengendara lain di sekitar lokasi. Tak butuh waktu lama, kedua pelaku dikejar ramai-ramai. Nahas bagi mereka, upaya kabur justru gagal total setelah sepeda motor yang mereka kendarai menabrak sebuah angkot, membuat keduanya terjatuh dan dengan mudah diamankan massa.

Namun alih-alih diserahkan langsung ke polisi, amarah warga lebih dulu meledak. Yohanes dan Iwan dihajar tanpa ampun. Wajah keduanya babak belur, tubuh penuh luka, bahkan salah satunya disebut mengalami patah tulang pada kedua tangan.

Dalam foto-foto yang beredar dan diterima redaksi, tampak Iwan Pangestu mengenakan kaus dengan kondisi wajah lebam parah. Mata kanannya membiru akibat pukulan, sedangkan Yohanes Sinaga mengalami luka lebih berat. Selain wajah lebam dan dagu yang diperban, kedua tangannya tampak patah dan terpaksa digantung menggunakan tali ke lehernya, ditopang alat bantu.

Pelaksana harian Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Wahyudi Rahman, dalam keterangannya kepada wartawan, membenarkan bahwa kedua pelaku diamankan usai menjadi sasaran amuk massa. Ia menyebutkan, polisi yang tiba di lokasi langsung mengevakuasi para pelaku demi menghindari kejadian fatal.

“Yohanes Sinaga alias Anes mengalami luka tusuk pada pinggang sebelah kiri, luka tusuk pada dagu, dan kedua pergelangan tangannya patah. Sedangkan pelaku Iwan Pangestu Pakpahan alias Iwan mengalami luka memar cukup parah pada mata sebelah kiri,” ujar AKBP Wahyudi Rahman, Sabtu (7/6/2025).

AKBP Wahyudi menambahkan, tindakan cepat polisi menyelamatkan nyawa para pelaku, meskipun masyarakat tampak geram karena aksi kejahatan tersebut dilakukan terhadap seorang ibu yang sedang membawa bayi. Saat ini, kedua pelaku tengah menjalani perawatan medis dan akan tetap diproses secara hukum begitu kondisi mereka memungkinkan.

“Kasusnya tetap kita lanjutkan. Aksi main hakim sendiri juga tidak kita benarkan. Namun masyarakat perlu kami ajak untuk waspada dan segera melapor ke polisi bila menemukan kejadian serupa,” tambah mantan Kapolres Dairi dan Tanah Karo tersebut.

Sementara itu, korban Ambarwani Putri mengaku masih syok, namun bersyukur atas respons cepat warga dan aparat yang membantu mengamankan pelaku. Ia berharap kejadian tersebut menjadi pelajaran bagi siapa pun untuk tidak melakukan tindak kriminal, terlebih terhadap perempuan dan anak-anak. (*)

Berita Terkait

Bupati Karo Hadiri Sosialisasi Penertiban Kawasan Hutan, Tegaskan Dukungan terhadap Kebijakan Pemerintah Pusat
Semarak HBP Ke-62, Bazar Ditjenpas Sumut Diserbu Warga dan Tampilkan Karya Warga Binaan
Kasus PT Mandiri Ekspres Sejahtera Gadai, Nasabah Mengaku Dijebak Promo dan Kehilangan Kendaraan
Wartawan Dihalangi Saat Rekam Penyitaan, Dugaan Modus Penipuan Pegadaian Rugikan Konsumen dan Langgar Hukum
Sebuah video singkat yang memperlihatkan seorang pedagang di pasar tradisional men4mpar seorang wanita lanjut usia, mendadak viral di media sosial.
Surat Perdamaian Dibatalkan Sepihak dan Dijadikan Sebagai Bukti Menjerat Korban Pencurian, Orang Tua Maling Belum Diperiksa Polrestabes Medan ?
Tertangkap pembunvh Mayat Dalam Boks Kontainer Plastik Gegerkan Warga Medan Denai,
Mulya Koto Ucapkan Terimakasih Kepada Satpol – PP & Dinsos Kota Medan Atas Reaksi Cepatnya Amankan ODGJ

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 22:04 WIB

Terimakasih Polsek Kulim Atas Respon Cepat Menindak Lanjuti Laporan Masyarakat Melalaui Layananan Darurat 110

Jumat, 10 April 2026 - 22:01 WIB

Bandung Menggema! Rakernas I XTC Siap Lahirkan Keputusan Besar

Jumat, 10 April 2026 - 19:14 WIB

DPRD Boyolali Dukung HKPS 2026 dan Munas SWI

Selasa, 7 April 2026 - 17:26 WIB

Mantan Warga Binaan Bongkar Fakta: Tuduhan “Napi Jadi Raja Kecil” di Rutan Tanjung Pura Dinilai Hoaks dan Fitnah Sensasional

Selasa, 7 April 2026 - 03:44 WIB

Sambut HBP ke-62, Lapas Binjai Gelar Tes Urine Mendadak Pegawai, Tegaskan Komitmen Bebas Narkoba

Senin, 6 April 2026 - 03:48 WIB

Terbukti Langgar Banyak Kode Etik, Advokat TJUAN AN Selatpanjang-Riau: Hanya Dihukum Teguran Lisan, Apa Yang Terjadi ?

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:31 WIB

Tegas Jaga Marwah Institusi, Polda Riau Tindak Oknum Personel Polresta Pekanbaru atas Pelanggaran Prosedur Berat

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:24 WIB

Ketua Umum AKPERSI Tekankan Disiplin Kode Etik, DPC Kota Palembang Diminta Jadi Garda Profesionalisme Pers

Berita Terbaru

KARO

DPO POLRES KARO

Rabu, 15 Apr 2026 - 09:53 WIB