Kutacane, Akurat news. | SMAN Perisai kecamatan Badar Kabupaten Aceh Tenggara meminta Pemerintah Propinsi Melalui Dinas Pendidikan di Provinsi Aceh Mohon Kembalikan sekolah kami ini menjadi sekolah SMA Unggul.
Sebelum sekolah SMA/SMK/PKLK dialihkan ke Pemerintahan Propinsi, sekolah SMAN Perisai ini sudah menjadi SMA Unggul selama 13 tahun dari Tahun 2003 s/d 2016, kenapa semenjak kami tunduk ke Pemerintah Propinsi dari tahun 2017 kemaren eh malah sekolah tidak lagi menjadi sekolah Unggulan.
Masalah ini ketika di konfirmasi kepada Kepala sekolah yang di Wakilkan kepada Wakil kepala sekolah Bidang Kurikulum Dodi Selian kepada media senin ( 24/02) membenarkan kalau sekolah mereka semenjak pisah dari pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Tenggara ataupun setelah diberlakukannya UU No 23 Tahun 2014 yang mengamanatkan kewenangan pengelolaan SMA (Sekolah Menengah Atas) /SMK (Sekolah Menengah Kejuruan)/PKLK yang sebelumnya dikelola oleh kabupaten/kota diserahkan ke pemerintah provinsi pada bulan Maret 2016, dan sampai Januari 2017 tunduk ke pemerintah Propinsi Aceh tidak lagi menjadi sekolah SMA Boarding School.
Dari situlah kami sangat kekurangan dana, banyak kegiatan yang tidak lagi dibuat misalnya kerjasama dengan BIMBEL dari Medan, Mercing Band, Bimbingan Olimpiade, Bimbingan Bidang Olah Raga, bimbingan pada malam hari dan lain-lainya, meskipun kami sangat kekurangan dana tapi kami masih mengajar siswa sekolah ini seperti masih SMA unggulan, hal ini sudah beberapa kali sudah kami usulkan kepada Pemerintah Propinsi melalui Dinas Pendidikan Pendidikan dan Anggota Dewan DPRA Dapil 8 mengingat dari 18 Kabupaten dan 5 kota di Provinsi Aceh cuman Aceh Tenggara yang tidak memiliki sekolah Boarding School setingkat SMA/SMK.
Prosedur untuk bisa menjadi SMA Unggul pun sudah kami ikuti dengan harus mengikuti Studi banding ke SMA Unggul Banda Aceh pada tanggal 23 s/d 27 Juli 2023 sesuai petunjuk dari Dinas Pendidikan Provinsi Aceh. Begitu juga Aggota Dewan komisi VI DPRA yang mebidangani Bidang Pendidikan sudah berapakali berkunjung yang tidak bisa dihitung banyaknya ke SMAN Perisai dari tahun 2020 S/D 2024 tidak juga membuat sekolah SMAN Perisai menjadi sekolah Boarding School.
Bayak sekolah setingkat SMA di Aceh Tenggara yang mengajukan diri menjadi sekolah Boarding School tapi tidak mendukung lokasi, sarana dan prasarananya tapi SMAN Perisai memiliki yakni asrama putra, asrama putri, kantin, mushola, Lab Bahasa dan sebagainya serta jauh dari keramaian.
Jumlah siswa di sekolah ini sekarang 173 siswa yang berasal dari desa terdekat dan ada bebrapa orang dari desa yang jauh seperti Kuning II, ketambe semuanya mereka putra/i Aceh Tenggara. Dodi juga memberitahu kalau SMA mereka ini masih meraih prestasi, dan untuk mahasiswa yang di terima di Perguruan Tinggi Negeri presentase nya masih kami yang megang dari sekolah SMA yang ada di Kabupaten Aceh Tenggara selama 4 tahun terakhir dan 2 kali pernah mengirimkan siswa sebagai Peserta Olimpiade Tingkat Nasional.
Alumini SMAN Perisai sangat membanggakan karena banyak diterima di AKMIL, IPDN, STAN, PTN, PNS, PT Freeport Indonesia, Pertamina Pusat, Kemensek Pusat, BUMN, Anggota Dewan DPRK, Dosen , Guru dan sebagainya bisa dikatakan sudah menyebar ke seluruh penjuru indonesia.
Dengan ini kami sangat sangat bermohon juga kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Tenggara untuk bisa mendukung kami juga agar kembali lagi SMAN Perisai ini kembali menjadi SMA Unggul.
Dodi juga memberitahukan kalau SMA ini masih banyak mendapat Prestasi dalam bidang Akademik dan Non-Akademik seperti dua orang yang dikirmkan ke Banda Aceh menjadi TIM Paskibra Provinsi Tahun 2024 ada satu siswa SMAN Perisai, Juara I Duta Kamtibmas Putra, Juara III I Duta Kamtibmas Putri dan Juara III Duta Sadar Hukum Putri.
Kami Guru SMAN Perisai dan IKA Perisai sudah berkomunikasi dan silahturahmi kepada Bupati dan DPRK Kabupaten Aceh Tenggara sebelumnya tapi usaha kami ini sama sekali tidak di tanggapi katanya dodi pada media.
Hendaknya Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Tenggara baru dilantik segera membantu SMAN Perisai ini menjadi SMAN Unggul, di Sekolah SMAN Perisai ini juga Putra putri Aceh Tenggara bersekolah untuk mendapatkan ilmu pengetahuan bukan Putra dan Putri dari kabupaten yang lain. Bupati Aceh Tenggara yang H. M. Salim fakhri SE MM ketika mau dikonfirmasi media beliau sedang mengikuti Retret di magelang jadi kami akan menunggu kepulangan beliau kembali. Hal ini hendaknya beliau nantinya dapat membantu SMAN Perisai ini Menjadi SMAN Unggul, hanya Aceh Tenggara ini yang tidak mempunyai SMA Unggulan. Mohon Bupati Aceh Tenggara, DPRK Aceh Tenggara Komisi IV dan terkhusus 5 Anggota Dewan DPRA Dapil 8 untuk memperhatikannya Kabupaten Aceh Tenggara ini lagi yang belum ada SMAN Unggulnya.
Dodi juga memberitahukan kepada kami bahwa sekolah SMAN Perisai masih menyimpan dengan rapi SK (Surat Keputusan) kalau Bupati Aceh Tenggara ini pernah menjadi ketua komite pada tahun 2003 / 2005 katanya dengan semangat agar Bupati ini dapat sesegera mungkin membantu.




































