Gayo Lues. AKURATNEWS24 – Masyarakat Desa Sangir, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues, menggelar acara adat Tawar Kampung dan Tolak Bala sebagai bentuk ikhtiar kolektif menghadapi musim kemarau yang berkepanjangan. Acara ini dilaksanakan pada Senin, 7 Juli 2025, dan menjadi momentum kebersamaan warga dalam memanjatkan doa dan harapan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar segera diturunkan hujan serta dijauhkan dari segala bencana.
Acara adat ini diinisiasi langsung oleh Kecik (Kepala Desa) Sangir, Tamrin, dan dihadiri oleh berbagai tokoh penting, baik dari pemerintahan maupun unsur masyarakat. Hadir dalam kesempatan tersebut Camat Dabun Gelang, Rahmat, S.Pd., yang turut memberikan dukungan moril atas penyelenggaraan acara yang kaya akan nilai spiritual dan budaya ini. Selain itu, turut hadir pula Anggota DPRD Gayo Lues dari Fraksi Demokrat, Hasan, yang menyampaikan apresiasi atas inisiatif warga dalam menjaga dan melestarikan tradisi leluhur yang sarat makna.

Jajaran aparat desa dan Babinsa juga turut hadir dan bersatu dalam doa bersama masyarakat. Keterlibatan unsur keamanan desa dalam acara ini menegaskan bahwa kegiatan budaya seperti ini tidak hanya penting bagi masyarakat adat, namun juga diakui sebagai bagian dari harmoni sosial yang perlu dijaga bersama.
Acara tolak bala ini ditandai dengan pelaksanaan Tawar Kampung, yaitu ritual adat masyarakat Gayo yang dilakukan untuk memohon keselamatan, kesehatan, serta kesejahteraan seluruh warga desa. Dalam pelaksanaannya, masyarakat melakukan berbagai rangkaian kegiatan adat, termasuk pembacaan doa bersama oleh para tokoh agama dan tetua adat, serta prosesi pemotongan satu ekor kerbau sebagai simbol persembahan kepada alam dan rasa syukur atas limpahan berkah yang selama ini telah diterima.

Selain sebagai bentuk doa meminta hujan, acara ini juga dirangkaikan dengan kegiatan sosial berupa pemberian santunan kepada anak-anak yatim dan piatu dari Desa Sangir. Sebanyak 21 orang anak yatim piatu menerima santunan dari pemerintah desa dan para donatur lokal. Pemberian santunan ini menjadi wujud kepedulian sosial masyarakat terhadap sesama, khususnya anak-anak yang telah kehilangan orang tua mereka dan membutuhkan perhatian serta kasih sayang dari lingkungan sekitar.
Kepala Desa Sangir, Tamrin, dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kebersamaan seluruh unsur masyarakat dalam menghadapi situasi sulit akibat musim kemarau yang cukup panjang. Ia juga menyebut bahwa hujan yang turun pada malam setelah acara, bahkan berlanjut hingga keesokan harinya, menjadi sebuah pertanda baik dan disambut dengan penuh rasa syukur oleh warga.
Anggota DPRD Hasan menambahkan bahwa pelestarian budaya lokal seperti ini harus terus didukung, sebab menjadi identitas dan kekuatan moral masyarakat dalam membangun daerah. Ia berharap kegiatan serupa dapat menjadi agenda tahunan yang difasilitasi oleh pemerintah kecamatan maupun kabupaten sebagai bagian dari pelestarian nilai-nilai budaya.
Camat Dabun Gelang, Rahmat, S.Pd., menyambut baik penyelenggaraan acara ini dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kebersamaan dalam menghadapi tantangan, baik yang bersifat sosial maupun alam. Ia juga mengingatkan pentingnya gotong royong sebagai nilai inti dalam kehidupan masyarakat desa.

Kegiatan ini berlangsung secara tertib dan penuh kekhidmatan, ditutup dengan makan bersama seluruh warga dan tamu undangan sebagai simbol syukur dan harapan bersama. Tawar Kampung dan Tolak Bala bukan hanya menjadi kegiatan adat, tetapi juga ruang untuk mempererat hubungan sosial dan spiritual masyarakat dengan alam dan Sang Pencipta. Dalam suasana yang hangat dan penuh keikhlasan, masyarakat Desa Sangir kembali menegaskan identitasnya sebagai komunitas yang kuat, kompak, dan penuh doa dalam menghadapi segala ujian zaman. (SITI MAISURA)




































