Di era AI, ketidakpastian global yang meningkat, percepatan teknologi, dan makin besarnya peran aktor non-negara membuat kedaulatan digital bukan lagi pilihan — tapi kebutuhan strategis.
Para pemimpin politik hari ini dihadapkan pada berbagai tantangan baru: serangan siber, disinformasi skala besar, hingga ancaman yang bisa melemahkan stabilitas dan kedaulatan negara. Tapi yang sebenarnya dipertaruhkan bukan hanya soal sistem dan infrastruktur — melainkan kepercayaan publik, keamanan data pribadi, dan perlindungan warga sehari-hari.
Minggu lalu saya berkesempatan berbagi perspektif TBI, sekaligus laporan terbaru “Sovereignty in the Age of AI”, bersama Dirjen Strategi Pertahanan Kementerian Pertahanan RI, Mayjen Agus Widodo, serta jajaran direktur termasuk Brigjen dr. Frega Wenas Inkiriwang.
Yang menggembirakan adalah melihat komitmen kuat Kementerian Pertahanan untuk memperkuat kemitraan militer–sipil dalam menjaga kedaulatan digital Indonesia. Ini bukan tanggung jawab satu pihak saja, tetapi kerja bersama lintas sektor.
Masa depan digital yang tangguh dan berdaulat hanya bisa dibangun dengan kolaborasi, visi bersama, dan keberanian untuk beradaptasi.
Semoga langkah-langkah ini membawa Indonesia semakin siap menghadapi tantangan era AI.
Kaperwil Sumut Akurat News
( RIAL TARIGAN )




































