Lokasi Dugem H7 Diduga Jadi Sarang Narkoba dan Prostitusi Terselubung, Masyarakat Resah Desak Penggrebekan

REDAKSI MEDAN

- Redaksi

Kamis, 22 Mei 2025 - 22:58 WIB

50216 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN

Tempat hiburan malam H7 Jalan Abdullah Lubis, Medan, kini semakin meresahkan masyarakat.

Lokasi dunia gemerlap (Dugem) tersebut diduga kuat menjadi sarang peredaran narkoba dan praktik prostitusi terselubung.

Berbagai keterangan yang dihimpun awak media, Kamis (22/05/2025) mengungkapkan, aktivitas di dalamnya kerap berlangsung hingga dini hari dengan dentuman musik keras yang bukan hanya mengganggu ketenangan warga, tapi juga menenggelamkan suara pengajian dan azan dari Masjid Al Jihad yang berada tidak jauh dari lokasi.

Warga sekitar yang sudah lama resah atas keberadaan H7 dan menilai tempat tersebut telah mencederai nilai-nilai sosial dan keagamaan yang mereka junjung.

Berbagai laporan dan keluhan telah disampaikan kepada aparat, namun hingga kini belum terlihat adanya tindakan tegas.

Kekecewaan masyarakat pun memuncak, mereka mendesak agar Polda Sumut dan Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumut segera turun tangan untuk melakukan penggerebekan sebelum situasi semakin tak terkendali.

Seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku aktivitas di tempat tersebut sangat mencurigakan.

Ia menyebutkan sering melihat orang-orang keluar masuk dengan gelagat yang tidak wajar, dan suara musik yang memekakkan telinga kerap berlangsung hingga subuh.

Ia juga mengungkapkan dugaan adanya praktik prostitusi terselubung terlhat dengan keberadaan LC (Ladies Call) yang disediakan oleh manajemen untuk melayani pengunjung.

Ironisnya, H7 seperti kebal terhadap hukum bahkan tempat ini beberapa waktu lalu sempat digerebek karena kasus dugaan lokalisasi judi online oleh Polrestabes Medan.

Muncul juga dugaan bahwa manajemen H7 memberikan “setoran” kepada oknum-oknum penegak hukum tertentu, sehingga tempat ini seolah-olah tak tersentuh hukum.

Kepada awak media, dua orang pengunjung yang baru keluar dari lokasi tersebut mengaku bahwa semua hal di dalam H7 terasa bebas.

Mereka menyebutkan pengunjung dimanjakan dengan peredaran narkoba dan kehadiran wanita penghibur yang disiapkan oleh pihak manajemen.

Menurut mereka, meskipun tempat tersebut diberi label karaoke, namun kenyataannya pengunjung larut dalam house music di bawah pengaruh ekstasi, berpelukan dengan wanita-wanita berpakaian minim.

Sementara seorang pria bernama Heri yang sempat dikonfirmasikan via telepon selular mengaku dirinya tidak punya hubungan dengan H7.

” Kalau mengenai hal hal disana jangan tanya saya, karena saya tak ada hubungannya,” jelas Heri.

Sementara pihak Managemen H7 bernama Teja saat coba dikonfirmasi, Kamis (22/05/2025) via WA dan telpon pukul 21.59 Wib dan 22.08 Wib, tidak memberikan jawaban.

Situasi ini menimbulkan kekhawatiran serius di kalangan masyarakat. Jika dibiarkan, keberadaan H7 akan menjadi preseden buruk dalam penegakan hukum di kota Medan.

Masyarakat berharap pihak berwenang tidak lagi tutup mata dan segera bertindak untuk menertibkan tempat hiburan tersebut demi menjaga moral, ketertiban, dan kenyamanan lingkungan.(tim)

Berita Terkait

Bupati Karo Hadiri Rakor Penguatan Tata Kelola Pemerintahan dan Pencegahan Korupsi
Profesor Sutan Nasomal Pakar Hukum Internasional, Ekonom Bangga Mendukung Davina Kirana Bintang Kapolri Wanita Kedepan!!
Wapres Gibran Tinjau Huntap di Sibolga, Laskar Gibran Sumut Tegaskan Komitmen Kawal Program Kepemudaan
Bawa Pesona ‘Land of Paradise’ ke Panggung Dunia, Kabupaten Karo Jajaki Kerja Sama Pariwisata dan Budaya dengan India
Perkuat Kemitraan Strategis, Wakil Bupati Karo Undang Konsul Jenderal India ke FBB Tahun 2026
Wakil Bupati Karo Hadiri Festival Perkolong-kolong dan Pelantikan Pengurus Forsase Periode 2026–2029
Nyambi Jualan Sabu, Seorang Ibu Rumah Tangga Ditangkap Polsek Pancur Batu
Sebuah video yang beredar luas di media sosial menjadi perhatian publik setelah memperlihatkan seorang perempuan yang menyampaikan keluhan terkait lokasi yang diduga digunakan sebagai tempat aktivitas penyalahgunaan narkotika.

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:39 WIB

KEDATANGAN KETUA PW MIO SUMUT PAJAR TRIHATYA, SE, PD MIO KARO RESMI BENTUK PANITIA PELANTIKAN

Minggu, 4 Oktober 2026 - 12:18 WIB

Respon Cepat Pemkab Karo jln udara,dari simpang mulai diperbaiki, mobilisasi mulai lancar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:23 WIB

Bupati Karo Resmi Buka Karo Open Karate Championship 2026 Piala Bupati Karo

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:42 WIB

Perubahan APBD 2026 Disepakati, Bupati Karo Dorong Percepatan Realisasi

Rabu, 23 September 2026 - 13:15 WIB

Bupati Karo Sampaikan Perubahan KUA-PPAS 2026 Dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Karo

Sabtu, 19 September 2026 - 18:08 WIB

Setelah Jalani Perawatan di RSCM, Febiona dan Agnesia Pulang ke Karo

Rabu, 16 September 2026 - 19:40 WIB

Kepsek SMAN I Barusjahe Helenta br Tarigan,S.Sos Kutip SPP & OSIS Dipertanyakan

Rabu, 16 September 2026 - 08:47 WIB

Bupati Karo Sambut Tim Kejaksaan Agung dalam Pengecekan Program Sekolah Nasional Terintegrasi

Berita Terbaru